Blog

AMPUNAN DAN RAHMAT BAGI YANG BERTAUBAT

Allah Azza Wa Jalla berfirman: كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوْءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُوْرٌ رَّحِيم “ Dialah Allah Yang Mewajibkan bagi DiriNya Sendiri untuk bersikap rahmat. Barangsiapa di antara kalian yang beramal keburukan dengan kejahilan kemudian bertaubat setelahnya dan berbuat baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun

Mengarahkan Naluri Insani pada Bimbingan Ilahi

Ditulis Oleh Abu Utsman Kharisman) Para pembaca yang semoga dirahmati Allah… Kasih sayang Allah begitu besar kepada kita. Syariat yang diturunkanNya memuat sekian banyak kebaikan tak terhitung jika kita mengerjakannya. Tidaklah Allah melarang dari sesuatu kecuali hal itu mengandung keburukan yang banyak lagi besar. Sungguh beruntung orang yang dengan sadar menghindari larangan Allah, mensucikan jiwanya

Kajian Islam Ilmiyah Bersama Al Ustadz Muhammad as Sewed

۞۩ بسم الله الرحمن الرحيم ۩۞ Dengan mengharap taufiq dan ridho Alloh Subhanahu wa ta’ala, HADIRILAH KAJIAN ISLAM ILMIAH AHLUSSUNNAHWAL JAMA’AH KOTA DEMAK 💺In sya Allah Bersama 📖 : 🎙 AL USTADZ MUHAMMAD UMAR AS SEWED Hafizhahullah 👉  Pengasuh Pondok Pesantren Dhiya’us Sunnah di Cirebon ‌👉 Beliau juga penasehat Majalah Asy Syari’ah 🕋 🕌Tempat Kegiatan

Keistimewaan Bulan Ramadhan, Keutamaan dan Manfaat Puasa

KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN KEUTAMAAN DAN MANFAAT PUASA Segala puji bagi Allah ta’ala Dzat yang telah memberikan anugerah, taufiq dan kenikmatan. Dia-lah yang telah mensyari’atkan kepada hamba-Nya pada bulan Ramadhan untuk melaksanakan ibadah puasa dan menegakkan pada malam harinya ibadah shalat malam (shalat tarawih). Syari’at ini satu kali dalam tiap tahunnya. Allah ta’ala telah menjadikan syariat

Bagaimana Salaf di Bulan Ramadhan ?

SALAF DI BULAN RAMADHAN Ada seseorang yang bertanya kepada Asy-Syaikh Al-’Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah tentang bagaimana dengan keadaan para salaf dahulu ketika bulan Ramadhan. Beliau menjawab: Sebagai jawaban atas pertanyaan ini, maka aku katakan: Sungguh, merupakan hal yang telah diketahui tentang bagaimana keadaan Rasulullah yang mulia ‘alaihish shalatu wassalam dahulu, bahwasanya beliau telah

Hukum Menelan Ludah Saat Puasa Ramadhan

———————————————— Berkata Fadhilatus Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi رحمه اللّٰهُ تعالى : Boleh menelan ludah akan tetapi makruh mengumpulkannya kemudian menelannya, dan adapun dahak apabila telah sampai ke mulut maka wajib baginya untuk tidak menelannya sama saja apakah yang berasal dari dalam perut atau dada ataupun dari kepala sebagaimana hal itu telah ditetapkan oleh sebagian

Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

Ustadz yang saya hormati, saya ingin menanyakan satu permasalahan. Di daerah saya banyak orang yang mengaku mengikuti madzhab Syafi’iyah, dan saya lihat mereka ini sangat fanatik memegangi madzhab tersebut. Sampai-sampai dalam permasalahan batalnya wudhu’ seseorang yang menyentuh wanita. Mereka sangat berkeras dalam hal ini. Sementara saya mendengar dari ta’lim-ta’lim yang saya ikuti bahwa menyentuh wanita

Tata Cara Wudhu; bagian ke-3

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang tata cara wudhu, beliau berkata, “Tata cara wudhu yang syar’i itu ada dua sisi: Sisi pertama: Tata cara wajib di mana tidak sah wudhu tanpanya, yakni yang disebutkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ

Tata Cara Wudhu Rasulullah (bagian 2)

Dalam edisi yang lalu, telah dipaparkan tata cara wudhu yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai dari niat hingga pembahasan madhmadhah, istinsyaq, dan istintsar. Dalam edisi ini, kita masih melanjutkan pembahasan yang lalu, yang dimulai dari mencuci wajah. Mencuci Wajah Mencuci wajah ketika berwudhu secara jelas disebutkan Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat al-Maidah

Tata Cara Wudhu Nabi (bagian 1)

Niat Niat adalah ketetapan dan kemantapan hati untuk mengerjakan suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla (Taisirul ‘Allam, 1/23). Dan niat ini merupakan syarat seluruh amalan ibadah, tidak sebatas amalan wudhu (asy-Syarhul Mumti’, 1/157). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى      “Hanyalah amalan-amalan itu