Cara Berwudhu

Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

Ustadz yang saya hormati, saya ingin menanyakan satu permasalahan. Di daerah saya banyak orang yang mengaku mengikuti madzhab Syafi’iyah, dan saya lihat mereka ini sangat fanatik memegangi madzhab tersebut. Sampai-sampai dalam permasalahan batalnya wudhu’ seseorang yang menyentuh wanita. Mereka sangat berkeras dalam hal ini. Sementara saya mendengar dari ta’lim-ta’lim yang saya ikuti bahwa menyentuh wanita

Tata Cara Wudhu; bagian ke-3

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang tata cara wudhu, beliau berkata, “Tata cara wudhu yang syar’i itu ada dua sisi: Sisi pertama: Tata cara wajib di mana tidak sah wudhu tanpanya, yakni yang disebutkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ

Tata Cara Wudhu Rasulullah (bagian 2)

Dalam edisi yang lalu, telah dipaparkan tata cara wudhu yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai dari niat hingga pembahasan madhmadhah, istinsyaq, dan istintsar. Dalam edisi ini, kita masih melanjutkan pembahasan yang lalu, yang dimulai dari mencuci wajah. Mencuci Wajah Mencuci wajah ketika berwudhu secara jelas disebutkan Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat al-Maidah

Tata Cara Wudhu Nabi (bagian 1)

Niat Niat adalah ketetapan dan kemantapan hati untuk mengerjakan suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla (Taisirul ‘Allam, 1/23). Dan niat ini merupakan syarat seluruh amalan ibadah, tidak sebatas amalan wudhu (asy-Syarhul Mumti’, 1/157). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى      “Hanyalah amalan-amalan itu

Wajibkah membaca Bismillah Saat Mulai Berwudhu?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah ketika ditanya, “Apakah mengucapkan tasmiyah (membaca basmalah) itu wajib di dalam berwudhu?” Beliau menjawab, “Tasmiyah saat mulai berwudhu tidaklah wajib akan tetapi sunnah karena hadits masalah tasmiyah ini ada pembicaraan di dalamnya (fihi nazhar). Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata, ‘Tidak ada satu hadits pun yang kokoh dalam masalah ini.’ Padahal